JARINGAN SELULER, GSM, CDMA, SATELIT, GPS, WIMAX, DAN, ANTENA
1. JARINGAN SELULER
Mengenal Jaringan Seluler 1G, 2G, 3G, 4G, dan 5G - Ketika Anda terhubung ke internet, kecepatan internet akan sangat bergantung pada kekuatan sinyal yang ditampilkan di telepon selular dalam bentuk seperti 2G, 3G, 4G dll. “G” itu sendiri merupakan singkatan dari generasi (generation). Setiap Generasi akan memiliki standar tertentu yang harus di sesuaikan dengan standar jaringan telepon dan sistem telepon seluler pada saat itu. Setiap generasi pastinya akan selalu membawa frekuensi baru, kecepatan data yang semakin tinggi, dan teknologi transmisi terbaru.
Seperti yang sudah banyak diketahui, saat ini jaringan 5G sedang dalam proses pengembangan. Bahkan di beberapa negara maju jaringan 5G sudah bisa digunakan. Jaringan 5G diperkirakan akan diluncurkan secara komersil di seluruh dunia pada tahun 2020. Dengan bekerja sama dengan teknologi pendahulunya yaitu 3G dan 4G untuk menyediakan koneksi yang lebih cepat dan tetap terhubung di mana pun Anda berada. Mari sedikit flashback untuk mengenal awal mula dari jaringan seluler mulai dari 1G sampai yang terbaru yaitu 5G.
1G: 1G mengacu pada generasi pertama dari teknologi seluler nirkabel (telekomunikasi seluler). Ini adalah standar telekomunikasi analog yang diperkenalkan pada 1980-an. 1G pada umumnya adalah teknologi analog dan ponsel yang memiliki daya tahan baterai yang terbatas dan kualitas suara tanpa keamanan yang besar, dan kadang-kadang akan mengalami panggilan yang terputus (dropped calls). Kecepatan maksimal dari 1G yaitu 2.4 Kbps. Ini adalah standar telekomunikasi analog dan berlanjut hingga digantikan oleh telekomunikasi digital 2G.
2G: Jaringan 2G muncul pada tahun 1990-an yang menggabungkan sinyal digital ke dalam jaringan seluler. 2G adalah implementasi digital pertama dari komunikasi suara nirkabel. 2G juga memperkenalkan layanan data seluler yang aman dan mampu mengirimkan pesan teks (SMS) dan pesan multimedia (MMS). 2G juga menerapkan konsep CDMA dan GSM. Dengan konsep CDMA dan GSM itu kecepatan maksimal dari jaringan 2G bisa mencapai 50 Kbps atau 1 Mbps. Perbedaan utama antara 1G dan 2G yaitu sinyal radio yang digunakan oleh jaringan 1G adalah analog, sedangkan jaringan 2G adalah digital.
3G: Generasi ini menetapkan standar untuk sebagian besar teknologi nirkabel yang telah kita kenal dan gunakan saat ini. Penanganan data broadband menjadi ciri khas sistem 3G dan merupakan persyaratan bagi ponsel pintar yang memproses aplikasi berat data yang terlibat dengan jejaring sosial, streaming musik dan video, dan sistem GPS. Dalam generasi yang di perkenalkan secara pada tahun 2001 ini kecepatan maksimal internet bisa mencapai 0.2 Mbps. Bahkan beberapa provider sudah bisa menggunakan kecepatan yang lebih dari itu dan bisa disebut sebagai jaringan seluler 3.5G atau 3.75G.
4G: Jaringan 4G telah mulai meningkatkan data bandwidth sekitar sepuluh kali lipat dari jaringan 3G. 4G adalah teknologi yang sangat berbeda dibandingkan dengan 3G. 4G dihadirkan untuk menyediakan jaringan internet dengan kecepatan tinggi, kualitas tinggi dan kapasitas tinggi kepada pengguna namun tetap menjaga tingkat keamanan, menurunkan biaya layanan suara dan data, multimedia dan internet melalui IP. Standar yang di tawarkan dari jaringan 4G adalah kecepatan akses searching, pelayanan games, video dengan kualitas tinggi, TV-support dan masih banyak lagi. Kecepatan maksimal jaringan 4G adalah 100 Mbps atau 1 Gbps.
5G: Jaringan 5G merupakan generasi berikutnya yang menawarkan kecepatan yang lebih dan koneksi yang jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya baik di smartphone atau pun perangkat lainnya. Dengan menggabungkan teknologi jaringan mutakhir serta penelitian-penelitian terbaru, 5G mampu menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat daripada koneksi yang ada saat ini. Kecepatan maksimal yang diperkirakan mencapai 35.46 Gbps yang berarti 35 kali lebih cepat daripada 4G. Meskipun 5G belum di komersilkan di pasaran, namun jaringan ini memiliki potensi serta pengaruh besar pada pengembangan Internet of Things dan Smart Homes/Smart Cities di masa depan. Para inovator teknologi tentunya akan terus meningkatkan teknologi jaringan ini hingga ke level yang mungkin tak terbayangkan. Tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan cara yang lebih cepat dan mudah.
Seperti yang sudah banyak diketahui, saat ini jaringan 5G sedang dalam proses pengembangan. Bahkan di beberapa negara maju jaringan 5G sudah bisa digunakan. Jaringan 5G diperkirakan akan diluncurkan secara komersil di seluruh dunia pada tahun 2020. Dengan bekerja sama dengan teknologi pendahulunya yaitu 3G dan 4G untuk menyediakan koneksi yang lebih cepat dan tetap terhubung di mana pun Anda berada. Mari sedikit flashback untuk mengenal awal mula dari jaringan seluler mulai dari 1G sampai yang terbaru yaitu 5G.
1G: 1G mengacu pada generasi pertama dari teknologi seluler nirkabel (telekomunikasi seluler). Ini adalah standar telekomunikasi analog yang diperkenalkan pada 1980-an. 1G pada umumnya adalah teknologi analog dan ponsel yang memiliki daya tahan baterai yang terbatas dan kualitas suara tanpa keamanan yang besar, dan kadang-kadang akan mengalami panggilan yang terputus (dropped calls). Kecepatan maksimal dari 1G yaitu 2.4 Kbps. Ini adalah standar telekomunikasi analog dan berlanjut hingga digantikan oleh telekomunikasi digital 2G.
2G: Jaringan 2G muncul pada tahun 1990-an yang menggabungkan sinyal digital ke dalam jaringan seluler. 2G adalah implementasi digital pertama dari komunikasi suara nirkabel. 2G juga memperkenalkan layanan data seluler yang aman dan mampu mengirimkan pesan teks (SMS) dan pesan multimedia (MMS). 2G juga menerapkan konsep CDMA dan GSM. Dengan konsep CDMA dan GSM itu kecepatan maksimal dari jaringan 2G bisa mencapai 50 Kbps atau 1 Mbps. Perbedaan utama antara 1G dan 2G yaitu sinyal radio yang digunakan oleh jaringan 1G adalah analog, sedangkan jaringan 2G adalah digital.
3G: Generasi ini menetapkan standar untuk sebagian besar teknologi nirkabel yang telah kita kenal dan gunakan saat ini. Penanganan data broadband menjadi ciri khas sistem 3G dan merupakan persyaratan bagi ponsel pintar yang memproses aplikasi berat data yang terlibat dengan jejaring sosial, streaming musik dan video, dan sistem GPS. Dalam generasi yang di perkenalkan secara pada tahun 2001 ini kecepatan maksimal internet bisa mencapai 0.2 Mbps. Bahkan beberapa provider sudah bisa menggunakan kecepatan yang lebih dari itu dan bisa disebut sebagai jaringan seluler 3.5G atau 3.75G.
4G: Jaringan 4G telah mulai meningkatkan data bandwidth sekitar sepuluh kali lipat dari jaringan 3G. 4G adalah teknologi yang sangat berbeda dibandingkan dengan 3G. 4G dihadirkan untuk menyediakan jaringan internet dengan kecepatan tinggi, kualitas tinggi dan kapasitas tinggi kepada pengguna namun tetap menjaga tingkat keamanan, menurunkan biaya layanan suara dan data, multimedia dan internet melalui IP. Standar yang di tawarkan dari jaringan 4G adalah kecepatan akses searching, pelayanan games, video dengan kualitas tinggi, TV-support dan masih banyak lagi. Kecepatan maksimal jaringan 4G adalah 100 Mbps atau 1 Gbps.
5G: Jaringan 5G merupakan generasi berikutnya yang menawarkan kecepatan yang lebih dan koneksi yang jauh lebih baik daripada generasi sebelumnya baik di smartphone atau pun perangkat lainnya. Dengan menggabungkan teknologi jaringan mutakhir serta penelitian-penelitian terbaru, 5G mampu menawarkan koneksi yang jauh lebih cepat daripada koneksi yang ada saat ini. Kecepatan maksimal yang diperkirakan mencapai 35.46 Gbps yang berarti 35 kali lebih cepat daripada 4G. Meskipun 5G belum di komersilkan di pasaran, namun jaringan ini memiliki potensi serta pengaruh besar pada pengembangan Internet of Things dan Smart Homes/Smart Cities di masa depan. Para inovator teknologi tentunya akan terus meningkatkan teknologi jaringan ini hingga ke level yang mungkin tak terbayangkan. Tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi dengan cara yang lebih cepat dan mudah.
2. GSM
- Pengertian GSM
GSM merupakan singkatan dari Global System for Mobile Communications. Jaringan GSM bisa diartikan sebagai sebuah teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam.
Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai ke tujuan. GSM pun kemudian dijadikan sistem standar yang digunakan oleh sebagian besar jaringan telepon di seluruh dunia. Sistem yang menggunakan jaringan seluler berbasis di sekitar stasiun siaran atau teknologi satelit yang terhubung ke sinyal dari orbit bisa menjadi bagian dari jaringan sistem. Telepon yang menggunakan jaringan jenis ini akan disertai dengan Subscriber Identity Module (SIM) card, sedangkan pada CDMA (Code Division Multiple Access) tidak.
GSM merupakan singkatan dari Global System for Mobile Communications. Jaringan GSM bisa diartikan sebagai sebuah teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam.
Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai ke tujuan. GSM pun kemudian dijadikan sistem standar yang digunakan oleh sebagian besar jaringan telepon di seluruh dunia. Sistem yang menggunakan jaringan seluler berbasis di sekitar stasiun siaran atau teknologi satelit yang terhubung ke sinyal dari orbit bisa menjadi bagian dari jaringan sistem. Telepon yang menggunakan jaringan jenis ini akan disertai dengan Subscriber Identity Module (SIM) card, sedangkan pada CDMA (Code Division Multiple Access) tidak.
- Sejarah Asal GSM
Jaringan GSM diciptakan pada tahun 1982 dari pertemuan antara para ahli komunikasi tingkat tinggi pada Konferensi European Conference of Postal and Telecommunications Administrations. Awalnya pertemuan ini memiliki tujuan untuk mengatasi infrastruktur seluler di Eropa, tapi kemudian meluas ke negara lainnya dengan cepat. Banyak standar dan prosedur operasional jaringan GSM diterbitkan dalam jurnal tahunan. Pakar industri tersebut membantu merampingkan protokol komunikasi dari satu sistem ke sistem lainnya.
Jaringan GSM diciptakan pada tahun 1982 dari pertemuan antara para ahli komunikasi tingkat tinggi pada Konferensi European Conference of Postal and Telecommunications Administrations. Awalnya pertemuan ini memiliki tujuan untuk mengatasi infrastruktur seluler di Eropa, tapi kemudian meluas ke negara lainnya dengan cepat. Banyak standar dan prosedur operasional jaringan GSM diterbitkan dalam jurnal tahunan. Pakar industri tersebut membantu merampingkan protokol komunikasi dari satu sistem ke sistem lainnya.
- Apa Fungsi GSM?
Jaringan GSM memiliki fungsi utama yang salah satunya untuk memberikan fasilitas akses yang lebih mudah pada platform seluler dan satelit di seluruh jalur internasional menggunakan teknologi digital, baik melalui suara ataupun saluran data dalam sistem. Saluran ini beroperasi pada jaringan generasi kedua (2G), tapi sudah banyak yang menggunakan jaringan generasi ketiga (3G) atau yang lebih tinggi untuk menawarkan layanan yang memuaskan kepada pengguna. Dengan teknologi ini, pengguna pun bisa melakukan pertukaran informasi data berkecepatan tinggi melalui satelit dan menara seluler di seluruh jaringan dan perusahaan. Contohnya adalah seorang yang berada di Jakarta bisa mengirim pesan teks ke seorang yang berada di New York melalui sistem Indonesia kemudian ke jaringan di antara negara, hingga akhirnya tiba di perangkat mobile penerima di Amerika Serikat.
Jaringan GSM secara khusus telah berperan penting dalam membangun akses di seluruh dunia untuk layanan telepon darurat dengan menggunakan angka satu-satu dua (112) yang mengarahkan lalu lintas telepon global untuk responden darurat di dekat pengguna. Jaringan ini juga berperan dalam membangun teknologi pesan teks selama tahun 1990-an.
Jaringan GSM memiliki fungsi utama yang salah satunya untuk memberikan fasilitas akses yang lebih mudah pada platform seluler dan satelit di seluruh jalur internasional menggunakan teknologi digital, baik melalui suara ataupun saluran data dalam sistem. Saluran ini beroperasi pada jaringan generasi kedua (2G), tapi sudah banyak yang menggunakan jaringan generasi ketiga (3G) atau yang lebih tinggi untuk menawarkan layanan yang memuaskan kepada pengguna. Dengan teknologi ini, pengguna pun bisa melakukan pertukaran informasi data berkecepatan tinggi melalui satelit dan menara seluler di seluruh jaringan dan perusahaan. Contohnya adalah seorang yang berada di Jakarta bisa mengirim pesan teks ke seorang yang berada di New York melalui sistem Indonesia kemudian ke jaringan di antara negara, hingga akhirnya tiba di perangkat mobile penerima di Amerika Serikat.
Jaringan GSM secara khusus telah berperan penting dalam membangun akses di seluruh dunia untuk layanan telepon darurat dengan menggunakan angka satu-satu dua (112) yang mengarahkan lalu lintas telepon global untuk responden darurat di dekat pengguna. Jaringan ini juga berperan dalam membangun teknologi pesan teks selama tahun 1990-an.
- Frekuensi yang Digunakan GSM
Jaringan GSM bisa beroperasi pada frekuensi yang berbeda, tergantung pada sistem yang digunakan, yaitu 2G atau 3G. Setiap frekuensi kemudian dibagi lagi menjadi saluran yang berbeda yang memungkinkan untuk melakukan pengiriman singkat informasi digital melalui koneksi GSM. Sebagai contoh, jaringan di Amerika Utara beroperasi pada frekuensi yang berbeda dari jaringan di Asia atau Eropa. Perbedaan ini sebagian besar berhubungan dengan volume penggunaan ponsel di bagian-bagian tertentu di dunia.
Jaringan GSM bisa beroperasi pada frekuensi yang berbeda, tergantung pada sistem yang digunakan, yaitu 2G atau 3G. Setiap frekuensi kemudian dibagi lagi menjadi saluran yang berbeda yang memungkinkan untuk melakukan pengiriman singkat informasi digital melalui koneksi GSM. Sebagai contoh, jaringan di Amerika Utara beroperasi pada frekuensi yang berbeda dari jaringan di Asia atau Eropa. Perbedaan ini sebagian besar berhubungan dengan volume penggunaan ponsel di bagian-bagian tertentu di dunia.
- Penggunaan Kartu SIM pada GSM
Telepon seluler pada jaringan GSM biasanya disertai dengan penggunaan kartu SIM untuk menyimpan data tentang telepon dan pengguna. Hal ini memungkinkan informasi untuk bisa dengan mudah ditransfer ke perangkat yang berbeda. Beberapa penyedia GSM sudah menggunakan fitur penguncian SIM untuk menjaga di jaringan tertentu selama periode kontrak waktu. Setelah kontrak tersebut selesai, maka kartu tersebut bisa digunakan untuk telepon baru atau pada jaringan yang berbeda. Sedangkan teknologi CDMA tidak menggunakan kartu SIM. Dengan demikian, data yang tersimpan dalam ponsel harus ditransfer secara manual atau melalui sambungan data.
Telepon seluler pada jaringan GSM biasanya disertai dengan penggunaan kartu SIM untuk menyimpan data tentang telepon dan pengguna. Hal ini memungkinkan informasi untuk bisa dengan mudah ditransfer ke perangkat yang berbeda. Beberapa penyedia GSM sudah menggunakan fitur penguncian SIM untuk menjaga di jaringan tertentu selama periode kontrak waktu. Setelah kontrak tersebut selesai, maka kartu tersebut bisa digunakan untuk telepon baru atau pada jaringan yang berbeda. Sedangkan teknologi CDMA tidak menggunakan kartu SIM. Dengan demikian, data yang tersimpan dalam ponsel harus ditransfer secara manual atau melalui sambungan data.
- Kelebihan dan Kekurangan GSM
Kelebihan:
Tersedia banyak pilihan provider di Indonesia.
Memiliki kualitas suara yang jelas serta jernih saat terjadi sebuah koneksi.
Sinyal lebih stabil dan kuat serta memiliki jaringan yang lebih luas di Indonesia.
Kelebihan:
Tersedia banyak pilihan provider di Indonesia.
Memiliki kualitas suara yang jelas serta jernih saat terjadi sebuah koneksi.
Sinyal lebih stabil dan kuat serta memiliki jaringan yang lebih luas di Indonesia.
Kekurangan:
Sistem informasi di dalamnya mudah bocor.
Memiliki tarif yang cenderung lebih mahal.
Terdapat kode dan digunakan secara bergantian.
Informasi di dalamnya mudah diketahui atau disadap oleh pihak lain yang tidak semestinya.
Sistem informasi di dalamnya mudah bocor.
Memiliki tarif yang cenderung lebih mahal.
Terdapat kode dan digunakan secara bergantian.
Informasi di dalamnya mudah diketahui atau disadap oleh pihak lain yang tidak semestinya.
3.CDMA
Code division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan(bukan sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metodeakses secara bersamayangmembagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti padaTDMA) atau frekuensi (seperti padaFDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yangdiasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifatinterferensikonstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.Dalam perkembangan teknologitelekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masadepan. CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakanskema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai olehQualcomm.CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali padaPerang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggutransmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satufrekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkapsinyal yang lengkap.Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk padaGlobal Positioning System (GPS)dan pada sistem satelitOmniTRACSuntuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm untuk menemukanSoft Handoff dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA praktisdan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.
4. SATELIT
Satelit adalah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak mengelilingi planet tertentu sambil mengikuti planet tersebut beredar dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua macam satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya. Contohnya Bulan yang merupakan satelit dari Bumi.
Karakteristik Satelit
Satelit adalah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak mengelilingi planet tertentu sambil mengikuti planet tersebut beredar dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua macam satelit, yakni satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah benda-benda luar angkasa bukan buatan manusia yang mengorbit sebuah planet atau benda lain yang lebih besar daripada dirinya. Contohnya Bulan yang merupakan satelit dari Bumi.
Karakteristik Satelit
- Cara kerja satelit secara system konvensional :
Yaitu dengan mengirimkan sinyal dari computer dan direlai oleh satelit tanpa di lakukan pemprosesan dalam satelit. Kelemahan metode ini, computer yang ter-hubung langsung pada satelit harus bekerja selama 24 jam. Jika salah satu computer dimatikan maka hubungan ke computer tersebut akan terputus. Keuntungannya satelit komunikasi konvensional dapat digunakan tanpa perlu dimodifikasi. Computer dalam satelit berfungsi untuk menyimpan sementara informasi yang secara otomatis dapat dilakukan.
Yaitu dengan mengirimkan sinyal dari computer dan direlai oleh satelit tanpa di lakukan pemprosesan dalam satelit. Kelemahan metode ini, computer yang ter-hubung langsung pada satelit harus bekerja selama 24 jam. Jika salah satu computer dimatikan maka hubungan ke computer tersebut akan terputus. Keuntungannya satelit komunikasi konvensional dapat digunakan tanpa perlu dimodifikasi. Computer dalam satelit berfungsi untuk menyimpan sementara informasi yang secara otomatis dapat dilakukan.
- Cara kerja transmisi data melalui satelit :
Pemanfaatan system komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya. Komponen dasar dari transmisi satelit adalah :
Stasiun bumi, digunakan untuk mengirim dan menerima data
Satelit, disebut juga dengan transponder
PC yang menggunakan jaringan internet dengan jaringan satelit dikatagorikan se-bagai
jaringan wireless dengan menggunakan gelombang mikro. Gelombang mikro ini akan ditransmisikan dan diproses oleh stasiun satelit bumi yang kemudian ditransmisikan ke satelit di angkasa luar, dan selanjutnya akan dinerima kembali oleh stasiun sateit bumi tujuan.
Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, yaitu satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link) kemudian memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Dalam transmisi satelit ter-jadi penundaan atau delay karena sinyal harus bergerak menuju ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi, jeda waktu sekitar 0,5 sekon. Satelit menggunakan frek-uensi yang berbeda untuk menerima dan mentransmisikan data. Jangkauan frekuensi satelit adalah:
4-6 giga hertz,disebut dengan C-band
12-14 giga hertz, disebut dengan Ku-Band
20 giga hertz.
Pemanfaatan system komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya. Komponen dasar dari transmisi satelit adalah :
Stasiun bumi, digunakan untuk mengirim dan menerima data
Satelit, disebut juga dengan transponder
PC yang menggunakan jaringan internet dengan jaringan satelit dikatagorikan se-bagai
jaringan wireless dengan menggunakan gelombang mikro. Gelombang mikro ini akan ditransmisikan dan diproses oleh stasiun satelit bumi yang kemudian ditransmisikan ke satelit di angkasa luar, dan selanjutnya akan dinerima kembali oleh stasiun sateit bumi tujuan.
Cara kerja transmisi data melalui satelit dengan memperhatikan komponen-komponen tersebut, yaitu satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link) kemudian memperkuat sinyal, mengubah frekuensi dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Dalam transmisi satelit ter-jadi penundaan atau delay karena sinyal harus bergerak menuju ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi, jeda waktu sekitar 0,5 sekon. Satelit menggunakan frek-uensi yang berbeda untuk menerima dan mentransmisikan data. Jangkauan frekuensi satelit adalah:
4-6 giga hertz,disebut dengan C-band
12-14 giga hertz, disebut dengan Ku-Band
20 giga hertz.
- Berdasarkan dari ketinggian garis edarnya, satelit dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
Satelit LEO (Low Earh Orbit)
Satelit LEO yaitu sebuah satelit yang mempunyai garis edar yang rendah yakni antara 500 km sampai dengan 10000 km dari sebuah permukaan bumi. Waktu untuk revolusi satelit LEO ini yaitu 2 sampai dengan 6 jam. Contoh satelit LEO yaitu Global Star, Iridium, Elipsat, Constellation, dan Odessey.
Satelit MEO (Medium Earth Orbit) Satelit MEO adalah suatu satelit yang mempunyai suatu garis edar menengah yakni sekitar antara 10000 km sampai dengan 20000 km dari sebuah permukaan bumi. Waktu untuk revolusi satelit MEO ini yaitu 6 hingga sampai dengan 12 jam.
Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) jenis satelit ini satelit yang berada dalam orbit geostasioner yakni sekitar antara 36000 km dari sebuah permukaan bumi. Orbit stasioner ini yaitu suatu orbit yang bisa mengakibatkan waktu revolusi satelit GEO sama dengan rotasi bumi, yakni 1 hari. Contohnya satelit GEO ini satelit palapa dan satelit intelsat.
Satelit LEO yaitu sebuah satelit yang mempunyai garis edar yang rendah yakni antara 500 km sampai dengan 10000 km dari sebuah permukaan bumi. Waktu untuk revolusi satelit LEO ini yaitu 2 sampai dengan 6 jam. Contoh satelit LEO yaitu Global Star, Iridium, Elipsat, Constellation, dan Odessey.
Satelit MEO (Medium Earth Orbit) Satelit MEO adalah suatu satelit yang mempunyai suatu garis edar menengah yakni sekitar antara 10000 km sampai dengan 20000 km dari sebuah permukaan bumi. Waktu untuk revolusi satelit MEO ini yaitu 6 hingga sampai dengan 12 jam.
Satelit GEO (Geostatinonary Earth Global) jenis satelit ini satelit yang berada dalam orbit geostasioner yakni sekitar antara 36000 km dari sebuah permukaan bumi. Orbit stasioner ini yaitu suatu orbit yang bisa mengakibatkan waktu revolusi satelit GEO sama dengan rotasi bumi, yakni 1 hari. Contohnya satelit GEO ini satelit palapa dan satelit intelsat.
5. GPS
- Pengertian GPS (Global Positioning System)
adalah sistem navigasi yang menggunakan satelit didesain agar dapat menyediakan posisi secara instan, kecepatan dan informasi waktu di hampir semua tempat di muka bumi, setiap saat dan dalam kondisi cuaca apapun. Dengan menggunakan alat ini maka dimungkinkan user dapat melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time.
- Fungsi GPS
untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi , sehingga dapat digunakan untuk menentukan kecepatan, arah, letak, dan waktu.
6. WIMAX
WiMAX merupakan singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access. WiMAX adalah sebuah teknologi akses nirkabel pita lebar yang memiliki kecepatan akses tinggi dengan memiliki jangkauan yang luas. Jaringan WiMAX disebut juga sebagai Metropolitan Area Network (MAN), jangkauan tersebut dapat mencakup area yang cukup luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi sebelumnya yaitu BWA atau broadband wireless access dengan ditambahkan fitur-fitur yang menarik. Disamping kecepatan data tinggi yang dimiliki WiMAX, WiMAX juga merupakan sebuah teknologi dengan open standar. Dengan kecepatan data yang besar, WiMAX dapat diaplikasikan sebagai koneksi broadband ‘last mile’ ataupun backhaul.
- Sistem kerja WiMAX
untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan sinkronisasi sinyal satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi , sehingga dapat digunakan untuk menentukan kecepatan, arah, letak, dan waktu.
6. WIMAX
WiMAX merupakan singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access. WiMAX adalah sebuah teknologi akses nirkabel pita lebar yang memiliki kecepatan akses tinggi dengan memiliki jangkauan yang luas. Jaringan WiMAX disebut juga sebagai Metropolitan Area Network (MAN), jangkauan tersebut dapat mencakup area yang cukup luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi sebelumnya yaitu BWA atau broadband wireless access dengan ditambahkan fitur-fitur yang menarik. Disamping kecepatan data tinggi yang dimiliki WiMAX, WiMAX juga merupakan sebuah teknologi dengan open standar. Dengan kecepatan data yang besar, WiMAX dapat diaplikasikan sebagai koneksi broadband ‘last mile’ ataupun backhaul.
- Sistem kerja WiMAX
Secara umum, WiMAX terdiri dari dua bagian yaitu base station Wimax dan Wimax receiver atau disebut juga customer premise equipment (CPE).
7. ANTENA
7. ANTENA
antena adalah transformator/struktur transmisi antara gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi nirkabel lainnya. Sebuah antena adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke udara.Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi dan gain. Panjang antena secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya. Antena dipol setengah gelombang adalah sangat populer karena mudah dibuat dan mampumemancarkan gelombang radio secara efektif.
- Fungsi
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya (pelepasan energi elektromagnetik ke udara/ruang bebas). Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai sebuah antena yang melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada sebuah teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya (pelepasan energi elektromagnetik ke udara/ruang bebas). Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai sebuah antena yang melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada sebuah teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.
- Karakter antena
Ada beberapa karakter penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis antena untuk suatu aplikasi (termasuk untuk digunakan pada sebuah teleskop radio), yaitu pola radiasi, direktivitas, gain, dan polarisasi. Karakter-karakter ini umumnya sama pada sebuah antena, baik ketika antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima, untuk suatu frekuensi, polarisasi, dan bidang irisan tertentu.
Ada beberapa karakter penting antena yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jenis antena untuk suatu aplikasi (termasuk untuk digunakan pada sebuah teleskop radio), yaitu pola radiasi, direktivitas, gain, dan polarisasi. Karakter-karakter ini umumnya sama pada sebuah antena, baik ketika antena tersebut menjadi peradiasi atau menjadi penerima, untuk suatu frekuensi, polarisasi, dan bidang irisan tertentu.
Komentar
Posting Komentar