Pengertian dan Keunggulan Li-Fi
Li-Fi merupakan akronim dari Light Fidelity yaitu sebuah jaringan nirkabel untuk sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai medianya. Dan teknologi ini tidak lagi memakai frekuensi radio konvensional pada Wi-Fi. Teknologi yang bisa mentransfer data hingga 100 Gbps ini telah sukses didemonstrasikan pada sepasang smartphone Casio di Consumer Electronics Show tahun 2012 di Las Vegas..
Li-Fi memanfaatkan lampu LED untuk mentransfer data pada spektrum cahaya
tampak. Sementara Wi-Fi atau Wireless Fidelity, menggunakan gelombang
elektromagnetik pada frekuensi radio untuk mengirimkan data melalui router
Wi-Fi. Perbedaan antara keduanya beragam, yang paling jelas adalah Wi-Fi
menggunakan gelombang radio, sedangkan Li-Fi memanfaatkan cahaya.
LiFi dirancang untuk menggunakan bola lampu LED yang serupa dengan yang
saat ini digunakan di banyak rumah dan kantor yang sadar energi. Namun, lampu
LiFi dilengkapi dengan chip yang memodulasi cahaya untuk transmisi data optik.
Kecepatan Li-Fi dapat mencapai 224 gigabit per detik, dan beberapa uji
coba mencatat bahwa kecepatannya itu adalah 100x lebih cepat dari kecepatan
Wi-Fi rata-rata saat ini. Layanan Li-Fi juga sebagaimana layanan Wi-Fi, dapat
mencakup aplikasi web, audio, atau bahkan video. Ukuran spektrum Li-Fi juga
sangat besar. Wi-Fi bekerja pada frekuensi 2,4GHz, 4,9GHz dan 5GHz, sementara
Li-Fi mencakup 10.000 kali spektrum frekuensi radio. Dalam hal tingkat kepuasan
akan komunikasi data, Li-Fi adalah kandidat yang jelas yang akan menjadi game-changer.
Li-Fi bisa 10 kali lebih murah daripada Wi-Fi nantinya.
Keuntungan Dan Keunggulan Li-Fi
Keuntungan lain dari Li-Fi adalah lebih aman karena data tidak dapat
dicegat tanpa garis pandang yang jelas Juga tidak membuat interferensi pada
elektronik sensitif, membuatnya lebih baik untuk digunakan di lingkungan
seperti rumah sakit dan pesawat terbang.
Keuntungan menggunakan Li-Fi ini adalah memudahkan siapa saja untuk
mengakses internet dimana pun bahkan di wilayah terpencil sekalipun yang tidak
bisa dijangkau oleh kabel optik. Selain itu Li-Fi juga dapat digunakan
mengontrol kondisi lalu lintas dengan cara menempatkan teknologi baru ini ke
LED mobil.
Fungsi yang sama ternyata juga dapat diterapkan dengan lampu overhead
pesawat. Keunggulan lain dari teknologi Li-Fi adalah mampu mengurangi polusi
elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang radio.
Kelemahan dan Tantangan Li-Fi
Meski memiliki banyak keunggulan teknologi Li-Fi juga masih memiliki
beberapa kelemahan dibanding sistem Wi-Fi konvensional. Li-Fi yang diterapkan
secara base station pada langit-langit ruangan ini membutuhkan direct line of
sight atau “pandangan” langsung ke perangkat tujuan. Direct line ini ternyata
juga harus dilengkapi receiver khusus, seperti koneksi infra red pada gadget
jadul.
Selain itu, perangkat tujuan ini harus tidak boleh dipindah-pindahkan.
Dari perkembangan yang ada, teknologi Li-Fi juga menyimpan banyak tantangan
antara lain membutuhkan line-of-sight yang sempurna untuk mengirimkan data.
Tantangan berat lainnya yaitu cara mengirimkan kembali data ke pemancar secara
optimal.
Standard Li-Fi
Seperti Wi-Fi, Li-Fi adalah teknologi nirkabel dan menggunakan protokol 802.11 yang serupa, tetapi Li-Fi menggunakan ultraviolet, inframerah dan komunikasi cahaya tampak (bukan gelombang frekuensi radio), yang memiliki bandwidth jauh lebih besar. Satu bagian dari VLC dimodelkan setelah protokol komunikasi yang dibuat oleh kelompok kerja IEEE 802. Namun, standar IEEE 802.15.7 sudah ketinggalan zaman: ia gagal untuk mempertimbangkan perkembangan teknologi terbaru dalam bidang komunikasi nirkabel optik, khususnya dengan pengenalan metode modulasi optical orthogonal frequency-division multiplexing (O-OFDM) yang telah dioptimalkan untuk kecepatan data, akses ganda dan efisiensi energi. Pengenalan O-OFDM berarti bahwa drive baru untuk standardisasi komunikasi nirkabel optik diperlukan.
Komentar
Posting Komentar